Arsip untuk Kategori 'Celoteh, anaknyapapa'

09
Nov
07

Sexy Me

Tak pernah sanggup sensi
Karna aku cukup sexy
Tak perlu jadi sungkan
Asal kau punya selipan

Aku ini bukannya pelit
Tapi kau terlalu ngirit
Kalau rupiah tinggal seiprit
Cuma boleh icip sedikit

________

Jakarta dingin 091107
pengaruh curhat, si Pria Jalang

10
Okt
07

THR

Istriku meracau
Bang, mana THRmu tahun ini ?
Belum turun, jawabku

Istriku meracau
Bang, Anakmu dan Istrimu belum punya baju baru
THR belum turun
, jawabku

Istriku meracau
Bang, jadi gak kita mudik ?
Kereta padat, tiket pesawat mahal
dan THRku belum turun, jawabku

Istriku meracau dan terus meracau
Aarrgggg ….. pening kepalaku
Kalau besok THRku turun
Ku habiskan sajalah buat beli Istri baru !

Jakarta, 101007

Saat Istri kawanku terus meracau 

13
Sep
07

Satu Kawan

Puisi ini untuk kawanku di sudut Surabaya Sana, Gheta Pratama … ini untukmu ^_^
Dengan satu kawan aku lepas tertawa
…….menangis meraung
…….lepas mengadu
…….tak enggan mengeluh

Ia hanya seorang yang tersembunyi
Bukan tong sampah
Tapi memang tempat membuang kesah

Lalu aku meratap
Dan menjadi gila bersama
Dalam bahak yang tak pernah usai

Jakarta,130907
saat manusia2 lain sibuk berhadapan dengan tuhanya.

01
Sep
07

12 taun

“Apa ?! masa sih ?”

“Iya .. gue serius, bagaimana menurut lu ?”

“Lu mau gue jujur, atau gue bohong ?”

“Ya .. jujur lah !” Lanjutkan membaca ‘12 taun’

21
Agu
07

Bercinta dengan Hujan

Mendung !

lekas angkat kain yang ku jemur, (kaos, jeans butut, kutang dan celana dalam)

Petir !

lekas lari dan masuk ke kolong bale

mencari perlindungan

Lanjutkan membaca ‘Bercinta dengan Hujan’

21
Agu
07

Candu

Tidak !

aku tidak bodoh

aku juga tidak dudulz

aku hanya sedang mati gaya

Ya .. !

mungkin karena aku sedang candu

candu cucur !

Sudut Jakarta

Sejatinya Pecandu

15
Agu
07

Otakqu, Aqu dan Hatiqu

Otak : bodoh !! kan sudah aku bilang, jangan pakai hati

aqu : ya … mo gimana lagi dong, Cinta sih

hati : (tersenyum simpul)

Lanjutkan membaca ‘Otakqu, Aqu dan Hatiqu’

12
Agu
07

kopi hitam & coklat panas

06
Agu
07

Entah lah !

 images1.jpg

Smua bimbang tumpah
Kata demi kata tercecer berantah
Aku mati dalam resah
Mencoba berpuisi … namun entah lah

Aku bimbang entah mengapa
Resah dalam sebuah permainan kata
Seolah kata menjelma makian serapah
Prosaku makin tak berarah

Mungkin ku akan mati tertusuk kata
Aku bimbang tak tau arah
Biarkan aku menghindari prosa
Dan kata tak lagi pedang yang buatku resah

Ah .. sudahlah biar saja
Biar resah ku peluk mesra
Kubiarkan resah mati kata, mati bahasa
Ku pasrahkan … biar semua berlalu saja

Sudut Jakarta 040807

20
Jun
07

Perempuanku

“berbalas puisi dengan jeng Ima, kali ini lebih manis, dan romantis …. hueeeekkkkk”

 

Sayang …
Sesungguhnnya aku sangat tidak bisa melupakanmu
Bayanganmu selalu menari-nari di pelupuk mataku
Canda tawamu mengalir renyah menjadi nadiku

Sayang ….
Aku sangat merindukan belaian lentik jemarimu
Apakah kau juga merindukan dekapan hangatku

Sayang …
Kau boleh kuras semua tubuh,keringat serta hartaku
Tapi aku benci cacianmu
Apa perlu kusumpal mulutmu
Dengan segala serapah dari bibirku

Sayang …
Kembalilah ke pelukanku
Sungguh aku tak kuasa menanggungnya
Aku sangat mencintaimu

love you Perempuan Bangsat

 

Sudut Jakarta

Lelaki Biadab