“puisi ini di buat untuk menjawab puisinya Mbak Dira, sebelumnya maaf ya Mbak Dira klo aku gak ijin terlebih dahaulu.”
Sayang ….
Kau memang belum mengenal dia
Parasnya nan ayu, membuatnya terlihat lebih cantik darimu
Semampai tubuhnya membuat khayalku makin tersita olehnya
Sungguh aku mencintaimu
Namun tak ku dustai diri ini juga menyayanginya
Sayang …
Izinkan aku mengharap maafmu
Karena hanya namanya yang selalu ku sebut
Tak henti aku selalu memujanya
Dan ia juga lah yang kerap aku banggakan
Sayang …
Kedekatanku padanya seumpama kata dan puisi
Seperti puisi yang membutuhkan kata
seperti itulah berharganya dia
Namun kau jauh lebih berharga
kau umpama tinta bagi penaku
Namun sayang ….
Cukuplah kau tahu
Semua itu hanyalah simpatiku
Bukan cinta yang sematik
Tak ada maksud hatiku membakar mu dengan cemburu
Sayang …
Kelak bila tiba waktunya, pastilah kau kuperkenalkan dengannya
Tentu dengan harapku setujumu
Bahwa aku memang layak mendekatinya
Selayak ia menerima pujian darimu
Sudut Jakarta 280707
Komentar Terakhir